Followers

Tuesday, October 4, 2011

Janji Bertemu Di Surga

Posted by Administrator pada 4 Desember 2008

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata: “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku’. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

”Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.’
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo’akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Dia menjawab: “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan”.

Pemuda itu bertanya: “Jika demikian, kemanakah kau menuju?”
Dia jawab: “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”

Pemuda itu berkata: “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab: “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta’ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”

Si Pemuda bertanya: “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

No comments:

Post a Comment

TAUTAN MINDA

Dengarlah Doa Ku

Ya ALLAH,
Dengan ilmuMu atas yang ghaib dan kuasaMu atas seluruh makhluk
Hidupkanlah aku jika dalam pengetahuanMu kehidupan itu lebih baik bagiku
Dan matikanlah aku jika dalam pengetahuanMu kematian itu lebih baik bagiku

Ya ALLAH,
Aku mohon kepadaMu rasa takut baik pada saat terlihat maupun tersembunyi
Aku mohon kepadaMu kalimat yang benar pada waktu rela maupun marah
Aku mohon kepadaMu sifat hemat pada waktu fakir maupun kaya
Aku mohon kepadaMu nikmat yang tak habis-habis
Aku mohon kepadaMu kesenangan hati yang tak pernah putus
Aku mohon kepadaMu kerelaan setelah ada ketetapan, sejuknya kehidupan setelah mati
Nikmat saat melihatMu dan rasa rindu untuk bertemu denganMu
Tidak dalam kesulitan yang menyengsarakan
Tidak pula dalam fitnah yang menyesatkan

Ya ALLAH,
Hiasilah kami dengan hiasan keimanan
Dan jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk bagi orang-orang yang mendapat petunjuk
Amiin.

(HR. An-Nasa’i, Imam Ahmad, Ibnu Hibban)

Hidup

Hidup

Perjuangan abadi Oleh semua yang bernafas

Yang merasai akan agungnya Karya ciptaannya

Hidup Menempuh pelbagai cabaran

Semata untuk mempastikan

Kita pejuang yang berjaya

Menempuh dan mengalami

Ertinya yang sebenar..

Hidup pelbagai Definisi diberikan Kepalsuan, kesusahan, Kerakusan Dan kebahagiaan

Namun satu yang dicariPengalaman yang tidak akan Kembali..

Hidup Akhirmu bukan dikubur

Namun bergantung kepada

Perjuanganmu Nanti akan ditentukannya...

Asma Allah Lyrics

Raheem, Kareemun, ‘Adheem, ‘Aleemun,
Haleem, Hakeemun, Mateen
(Merciful, Generous, Incomparably Great, All-Knowing
Forbearing, Wise, Firm)

Mannaan, Rahmaanun, Fattaah, Ghaffaarun
Tawwaab, Razzaaqun, Shaheed
(Bestower of blessings, Most Compassionate, Opener, Forgiver
Accepter of Repentance, Provider, Witness)

Allahumma salli ‘ala Muhammad, wa aali Muhammad
Ya Muslimeen sallou ‘alayh
(O my Lord send salutations upon Muhammad
And upon the Family of Muhammad
O Muslims, send salutations upon him)
Allahumma salli ‘ala Muhammad, wa sahbi Muhammad
Ya Mu’mineen sallou ‘alayh
(O my Lord send salutations upon Muhammad
And upon the Companions of Muhammad
O believers, send salutations upon him)

Lateef, Khabeerun, Samee’, Baseerun
Jaleel, Raqeebun, Mujeeb
(Gentle, All-Aware, All-Hearing, All-Seeing
Majestic, Watchful, Responsive)

Ghafur, Shakourun, Wadud, Qayyumun
Ra’uf, Saburun, Majeed
(Forgiving, Appreciative, Loving, Self-Existing by Whom all subsist
Most Kind, Patient, Most Glorious)

Allahumma salli ‘ala Muhammad, wa aali Muhammad
Ya Muslimeen sallou ‘alayh
(O my Lord send salutations upon Muhammad
And upon the Family of Muhammad
O Muslims, send salutations upon him)

Allahumma salli ‘ala Muhammad, wa sahbi Muhammad
Ya Mu’mineen sallou ‘alayh
(O my Lord send salutations upon Muhammad
And upon the Companions of Muhammad
O believers, send salutations upon him)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
La Ilaaha Illahu, Al Malikul Quddoos
(God is Greater, God is Greater
There is no god but Him, the King, the Most Holy)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Rahmanu irham dha’fana
(O Most Compassionate! Have compassion on our weakness)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Ghaffaaru ighfir thunoubana
(O Forgiver! Forgive our sins)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Sattaaru ostour ‘ouyoubana
(O Concealer! Conceal our defects)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Mu’izzu a’izza ummatana
(O Bestower of honour! Bestow honour on our Ummah)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Mujeebu ajib du’aa’ana
(O Responsive One! Answer our prayers)

Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Ya Lateefu oltof binaa (x3)
(O Gentle One! Show gentleness to us)

Oltof binaa
(Show gentleness to us)

There was an error in this gadget